KETAPANG – Semangat regenerasi kepemimpinan dan penguatan peran mahasiswa dalam pembangunan daerah menjadi pesan utama yang Saya sampaikan sebagai Bupati Ketapang saat membuka secara resmi Konferensi Cabang (KONFERCAB) XVI dan Musyawarah KOHATI Cabang (MUSKOHCAB) X Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ketapang, Jumat (28/08/2026), di Ruang Rapat Utama Kantor Bupati Ketapang.
Mengusung tema “Revitalisasi HMI Cabang Ketapang: Memperkuat Regenerasi untuk Mewujudkan Stabilitas Kaderisasi yang Progresif dan Berintegritas”, kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi HMI untuk memperkuat proses kaderisasi sekaligus menyiapkan generasi muda yang mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan daerah di masa depan.
Bupati ketapang mengapresiasi dan dukungannya terhadap eksistensi HMI sebagai organisasi mahasiswa yang selama ini dikenal aktif melahirkan kader-kader intelektual dan pemimpin di berbagai bidang.
Bupati ketapang telah mengenal HMI sejak lama dan melihat adanya kesamaan semangat antara nilai-nilai yang diperjuangkan organisasi tersebut dengan cita-cita pembangunan Kabupaten Ketapang yang berkeadilan, maju, dan mandiri.
“Karena itu, bupati ketapang berharap HMI sebagai anak-anak muda, terlebih khusus kaum intelektual, dapat menjadi agen perubahan di Kabupaten Ketapang ini.”
Mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai kelompok intelektual yang tidak hanya dituntut kritis terhadap berbagai persoalan sosial, tetapi juga mampu menghadirkan solusi dan gagasan konstruktif bagi kemajuan daerah.
Karena itu, bupati ketapang berharap KONFERCAB XVI dan MUSKOHCAB X mampu melahirkan kepemimpinan baru yang berintegritas, visioner, serta memiliki komitmen kuat untuk membawa organisasi semakin maju dan bermanfaat bagi masyarakat.
Ruang Dialog Mahasiswa dan Pemerintah
Dalam kesempatan tersebut, Bupati ketapang juga berkeinginannya untuk mempererat komunikasi antara pemerintah daerah dan organisasi-organisasi mahasiswa di Kabupaten Ketapang.
Mahasiswa merupakan mitra strategis pemerintah yang memiliki energi, idealisme, dan kemampuan intelektual yang dapat menjadi kekuatan penting dalam pembangunan daerah.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Ketapang berencana menggelar dialog secara rutin bersama organisasi mahasiswa guna membahas berbagai isu pembangunan, mendengarkan aspirasi generasi muda, sekaligus menyampaikan arah kebijakan pemerintah daerah.
“Tidak hanya sesaat dalam seremoni setahun sekali, tetapi bisa dijadwalkan secara rutin. Saya ingin berdialog, menyampaikan pesan-pesan pemerintah, sekaligus mendengar harapan dan masukan dari para mahasiswa.”
Bupati ketapang terbuka terhadap kritik dan masukan dari berbagai pihak, termasuk mahasiswa. Namun kritik tersebut diharapkan lahir dari niat baik, disampaikan secara objektif, serta didasarkan pada data dan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Saya bukan orang yang anti kritik. Saya terbuka dengan kritik, apalagi kritik itu punya niat baik untuk kemajuan daerah Ketapang, termasuk untuk kemajuan kinerja saya sebagai Bupati Ketapang.”
Mahasiswa Diajak Turun Tangan Tangani Karhutla
Selain membahas kaderisasi dan kepemimpinan, Bupati juga mengajak HMI dan seluruh organisasi mahasiswa untuk turut mengambil peran dalam membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang tengah menjadi perhatian di Kabupaten Ketapang.
Bupati ketapang menilai mahasiswa tidak hanya memiliki tanggung jawab moral untuk menyuarakan kepedulian terhadap persoalan lingkungan, tetapi juga perlu hadir secara nyata di tengah masyarakat melalui aksi kemanusiaan dan edukasi publik.
“Bantu tugas kita, bantu para relawan. Apa yang bisa kita buat, mari kita bantu bersama. Kita action di lapangan.”
Salah satu bentuk kontribusi yang dapat dilakukan, lanjut Bupati, adalah membantu membagikan masker kepada masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak dan lanjut usia, serta memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan saat kualitas udara memburuk akibat asap.
Langkah tersebut dinilai penting sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus dukungan terhadap upaya pemerintah dalam menekan dampak kesehatan akibat Karhutla, termasuk risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Bupati ketapang berharap kepengurusan HMI yang akan terpilih nantinya mampu menjadi pelopor dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan dan terus hadir memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Saya minta kita berkontribusi untuk masyarakat. Dimulai dengan langkah pertama, membagikan masker dan memberikan edukasi kepada masyarakat yang rentan supaya mereka patuh menggunakan masker.”
Ketapang Adalah Rumah Besar Kita Bersama
Bupati ketapang kembali mengingatkan pentingnya membangun semangat persatuan dan kebersamaan dalam menjaga serta membangun Kabupaten Ketapang.
Kemajuan daerah hanya dapat terwujud apabila seluruh elemen masyarakat memiliki rasa memiliki dan tanggung jawab yang sama terhadap daerahnya.
“Ketapang ini tidak hanya milik saya, tidak hanya milik satu kelompok, golongan, atau kalangan tertentu. Ketapang ini adalah rumah besar kita semua.”
Sementara itu, Presidium MD KAHMI Ketapang, Theo Bernandhi, berharap kepengurusan HMI dan KOHATI yang akan datang mampu melakukan evaluasi terhadap berbagai kekurangan yang ada sekaligus melanjutkan program-program baik yang telah dirintis sebelumnya.
Ia menegaskan bahwa HMI harus terus menjadi organisasi yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan mencetak kader-kader yang siap mengabdi untuk masyarakat.
Investasi SDM untuk Ketapang Maju dan Mandiri
Bupati ketapang memandang penyelenggaraan KONFERCAB XVI dan MUSKOHCAB X HMI Cabang Ketapang bukan sekadar agenda organisasi, melainkan bagian dari investasi jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, berintegritas, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi.
Kegiatan ini sejalan dengan Misi Kedua Kabupaten Ketapang, yaitu Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia yang Berdaya Saing, melalui penguatan kapasitas intelektual, kepemimpinan, dan karakter generasi muda. Di saat yang sama, ajakan untuk terlibat dalam penanganan Karhutla juga mendukung Misi Keenam, yakni Pemanfaatan Sumber Daya Alam yang Berkeadilan dan Peningkatan Kualitas Lingkungan Hidup.
Melalui forum ini, diharapkan lahir kader-kader muda yang tidak hanya kritis dalam berpikir, tetapi juga aktif dalam berkarya, peduli terhadap persoalan masyarakat, serta mampu menjadi mitra konstruktif pemerintah dalam mewujudkan visi “Pembangunan Berkeadilan untuk Kabupaten Ketapang Maju dan Mandiri.”
Sebab masa depan Ketapang tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah, melainkan juga oleh kualitas generasi mudanya. Ketika mahasiswa mampu menjadi agen perubahan, penjaga nilai-nilai kebangsaan, dan penggerak kepedulian sosial, maka mereka sesungguhnya sedang ikut membangun Rumah Besar Ketapang yang lebih maju, harmonis, dan berkelanjutan.
Tim Red
![]()












